Makan Bergizi Gratis di Sulawesi Utara 1.558 Sekolah
MANADO – 26/11/2025 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi inisiatif unggulan pemerintah telah menunjukkan progres signifikan di berbagai wilayah, tak terkecuali Sulawesi Utara (Sulut). Data terbaru menunjukkan bahwa program ini telah menyentuh 1.558 sekolah dan memberi manfaat langsung kepada lebih dari 170 ribu siswa. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari komitmen nasional terhadap peningkatan kualitas gizi dan pendidikan anak bangsa.
Progres Implementasi MBG di Sulut Data dan Skala Manfaat
Menurut laporan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara, per tanggal 25 November 2025, sebanyak 1.558 sekolah di berbagai jenjang telah resmi menjadi penerima program Makan Bergizi Gratis. Skala ini menempatkan Sulut sebagai salah satu provinsi dengan penetrasi program yang masif.
Jumlah penerima manfaat atau siswa penerima MBG tercatat mencapai 170.719 orang. Angka ini terus bertambah, menunjukkan dinamika dan percepatan implementasi yang dikawal ketat oleh pihak terkait. Kecepatan penyaluran ini menjadi kunci keberhasilan awal program.
Cakupan Sekolah dan Siswa Penerima MBG
Seberapa luas program ini menjangkau daerah mereka? Data 1.558 sekolah menjawab pertanyaan ini dengan tegas. Ini mencakup sekolah di wilayah urban hingga daerah terpencil di Sulut, memastikan pemerataan akses terhadap makanan bergizi gratis.
Tujuan utama MBG adalah menciptakan kondisi belajar yang optimal. Siswa yang kenyang dan bergizi cenderung memiliki konsentrasi yang lebih baik, mengurangi angka ketidakhadiran, dan meningkatkan capaian akademik.
Aspek Kualitatif Menjamin Mutu dan Edukasi
Keberhasilan program tidak hanya diukur dari kuantitas sekolah yang terdaftar, tetapi juga dari kualitas makanan dan dampak edukatifnya. BPMP Sulut menekankan bahwa pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan program berjalan dengan baik, menghindari penyimpangan, dan terus mengalami peningkatan.
Fokus pemantauan mencakup aspek higienis dan edukasi. Febry Dien, Kepala BPMP Sulut, menyoroti pentingnya edukasi di satuan pendidikan. Edukasi ini meliputi hal-hal mendasar namun krusial, seperti:
Pentingnya cuci tangan sebelum menyantap makanan bergizi, siswa didorong untuk mencuci tangan guna menghindari risiko sakit perut atau penyakit lainnya.
Kebersihan lingkungan memastikan suasana dan ruang kelas tempat makan bersih menciptakan pengalaman positif saat menikmati makan siang gratis.
Beyond The Meal Pendidikan Karakter dan Kebersihan
Inisiatif ini secara efektif mengintegrasikan program gizi dengan pendidikan karakter dan kesehatan. Program Makan Gratis bukan hanya tentang mengisi perut, tetapi juga membentuk kebiasaan sehat dan disiplin. Nilai-nilai kecil seperti kebersihan ini memiliki dampak besar pada kesehatan jangka panjang siswa dan kualitas hidup di sekolah.
Penyaluran yang diawasi melalui dashboard kementerian dan dipantau oleh BPMP menunjukkan adanya mekanisme akuntabilitas yang kuat. Sistem pemantauan ini penting untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan bahwa program makan bergizi ini tepat sasaran.
Visi Jangka Panjang Program Gizi Nasional
Implementasi Makan Bergizi Gratis di 1.558 sekolah di Sulawesi Utara adalah pilot project yang sukses dan menunjukkan potensi besar program ini secara nasional. Lebih dari 170 ribu siswa kini memiliki akses gizi yang lebih baik, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan potensi akademik mereka.
Program ini adalah investasi jangka panjang. Dengan memastikan anak-anak Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke, termasuk di Sulut, mendapatkan makan bergizi, pemerintah sedang membangun fondasi sumber daya manusia yang unggul di masa depan. Fokus pada data, penyaluran yang terkontrol, dan edukasi higienis adalah kunci untuk membawa program ini ke level efektivitas tertinggi.