Transformasi 390 Ribu UMKM Bank Indonesia Sulawesi Utara Cetak ‘Raksasa Baru’ Lewat Program Wanua dan Patua
Manado – 27/11/2025 Sulawesi Utara kini tidak hanya dikenal sebagai surga pariwisata bahari, tetapi juga sebagai ladang subur bagi pertumbuhan ekonomi kreatif. Dengan lebih dari 390 ribu UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang aktif beroperasi, provinsi ini memiliki tulang punggung ekonomi yang kuat.
Namun, angka statistik yang besar sering kali menyembunyikan realitas di lapangan. Meski jumlahnya masif, banyak pelaku usaha yang terjebak dalam masalah klasik: sulit naik kelas. Menjawab kegelisahan ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara melakukan intervensi strategis melalui Program Wanua (Wira Usaha Unggulan Sulawesi Utara) dan Patua.
Ini bukan sekadar bantuan modal, melainkan sebuah ekosistem inkubasi untuk mencetak pengusaha yang tahan banting.
Realitas UMKM Sulawesi Utara Antara Potensi dan Tantangan
Pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan lonjakan sektor pariwisata di Manado, Likupang, hingga Tomohon telah membuka keran peluang baru. Namun, pertumbuhan ini membawa tantangan tersendiri.
Para pelaku UMKM di Sulut menghadapi “tembok penghalang” yang meliputi:
Kualitas produk inkonsistensi standar produk yang membuat sulit menembus pasar ekspor.
Digitalisasi masih banyaknya usaha yang berjalan secara manual dan belum memanfaatkan e-commerce.
Kapasitas produksi ketidaksiapan memenuhi permintaan dalam jumlah besar (scale-up).
Akses pembiayaan kesulitan melengkapi syarat perbankan (unbankable).
Tanpa intervensi, 390 ribu unit usaha ini hanya akan menjadi angka statistik tanpa dampak ekonomi makro yang signifikan.
Program Wanua Kurasi Menuju Kompetisi Global
Bank Indonesia hadir dengan pendekatan yang berbeda melalui Program Wanua. Nama “Wanua” sendiri memiliki filosofi lokal yang mendalam, menyiratkan semangat membangun kampung halaman atau wilayah melalui kemandirian ekonomi.
Program ini tidak memukul rata semua UMKM. BI melakukan proses kurasi ketat. Hanya UMKM yang memiliki potensi dan keinginan kuat untuk berkembang yang akan masuk ke dalam inkubator ini.
Langkah ini krusial untuk memastikan bahwa sumber daya yang diberikan tepat sasaran. Pendampingan yang diberikan bersifat end-to-end, mencakup perbaikan kemasan (packaging), manajemen stok, hingga strategi pemasaran digital.
Sinergi Patua dan Wanua Membangun Ketahanan Ekonomi
Selain Wanua, inisiatif “Patua” turut melengkapi strategi BI dalam mendorong kewirausahaan. Sinergi kedua program ini bertujuan menciptakan pelaku usaha yang:
Konsisten mampu menjaga suplai barang tanpa putus.
Kompetitif memiliki Unique Selling Point (USP) yang kuat di tengah persaingan pasar bebas.
Adaptif cepat merespons perubahan tren pasar dan teknologi.
Masa Depan Wirausaha Nyiur Melambai
Langkah Bank Indonesia Sulawesi Utara melalui Wanua dan Patua adalah cetak biru (blueprint) bagaimana institusi keuangan dapat berperan lebih dari sekadar penjaga stabilitas moneter, tetapi juga sebagai development agent.
Bagi para pelaku UMKM Sulawesi Utara, ini adalah momentum emas. Transformasi dari pedagang konvensional menjadi wirausaha unggulan kini bukan lagi mimpi, melainkan target yang terukur. Dengan dukungan yang tepat, UMKM Sulut siap menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan pemain andal di pasar global.