Tak Berkategori

Bolmong 329 PPPK dan Memperigati Empat Hari Besar Nasional

BOLAANG MONGONDOW – 27/11/2025 Kantor Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) memancarkan aura yang berbeda. Bukan sekadar rutinitas apel pagi, melainkan sebuah manifestasi dari efisiensi dan harapan baru. Pemerintah Kabupaten Bolmong, di bawah kepemimpinan Bupati Yusra Alhabsyi, SE., M.Si., mengambil langkah strategis dengan menyatukan empat peringatan hari besar nasional sekaligus dalam satu upacara gabungan yang khidmat.

Namun, sorotan utama hari itu tidak hanya tertuju pada bendera yang berkibar, melainkan pada wajah-wajah penuh harap dari 329 individu yang berbaris rapi. Mereka adalah para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang hari itu resmi menerima Surat Keputusan (SK), menandai babak baru pengabdian mereka bagi daerah.

Keputusan Pemkab Bolmong untuk menggabungkan peringatan HUT ke-54 KORPRI, Hari Guru Nasional ke-80, Hari Kesehatan Nasional ke-61, dan Hari Ikan Nasional ke-12 bukan tanpa alasan. Simbolisasi dari empat pilar utama yang menopang kesejahteraan masyarakat Bolmong saat ini, Reformasi Birokrasi, Pendidikan, Kesehatan, dan Ketahanan Pangan.

Dalam amanatnya, Bupati Yusra Alhabsyi menekankan bahwa seremonial ini adalah alarm pengingat. “Peringatan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk memperkuat komitmen dalam membangun daerah,” tegas Bupati.

Ketika kita berbicara tentang Hari Guru Nasional, kita berbicara tentang masa depan anak-anak Bolmong di pelosok desa. Saat kita memperingati Hari Kesehatan Nasional, kita diingatkan pada garda terdepan yang menjaga vitalitas warga. HUT KORPRI menegaskan kembali netralitas dan loyalitas ASN, sementara Hari Ikan Nasional menjadi relevan mengingat potensi maritim Bolmong dan upaya daerah dalam menekan angka stunting melalui konsumsi protein ikan.

Energi Baru dari 329 PPPK

Momen paling emosional terjadi saat penyerahan SK PPPK formasi tahun berjalan. Sebanyak 329 orang kini resmi menyandang status sebagai bagian dari aparatur negara. Penyerahan simbolis yang dilakukan oleh Bupati Yusra, didampingi Wakil Bupati Dony Lumenta dan Sekda Abdullah Mokoginta, menjadi bukti konkret komitmen pemerintah daerah dalam menyelesaikan isu tenaga honorer dan meningkatkan kesejahteraan pegawai.

Kehadiran 329 tenaga PPPK ini ibarat “suntikan darah baru” bagi birokrasi Bolmong. Mereka diharapkan tidak sekadar mengisi daftar hadir, tetapi menjadi akselerator pelayanan publik.

“Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Pemerintah daerah berharap para PPPK dapat segera beradaptasi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Bolmong,” tambah Bupati Yusra dengan nada optimis.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Upacara yang dihadiri oleh seluruh jajaran Asisten, Pimpinan OPD, dan ASN lintas sektor ini berjalan lancar hingga sesi foto bersama. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai setelah bubaran barisan.

Integrasi empat sektor (Pendidikan, Kesehatan, Birokrasi, dan Perikanan) memerlukan kerja kolaboratif. Guru harus sehat, tenaga kesehatan harus sejahtera (KORPRI), dan asupan gizi anak didik harus terpenuhi (Hari Ikan). Inilah benang merah yang coba ditenun oleh Pemkab Bolmong melalui upacara gabungan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *