Tak Berkategori

Permintaan Gubernur YSK di Rakorev Sulut 2025 Ekonomi Lokal

SULAWESI UTARA – Selasa 25/11/2025 Pernyataan Gubernur YSK dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Sulut 2025 baru-baru ini telah menjadi sorotan. Permintaan beliau agar seluruh daerah di Sulawesi Utara (Sulut) “menyemarakkan Natal dan Tahun Baru” bukanlah sekadar seruan seremonial. Di balik narasi keagamaan dan budaya, tersembunyi sebuah strategi ekonomi makro daerah yang cerdas. Ini adalah cetak biru untuk mengaktivasi potensi pariwisata, menstimulasi konsumsi, dan memperkuat ikatan sosial pasca-evaluasi kinerja tahunan.

Permintaan untuk “menyemarakkan” perayaan ini memiliki dua dimensi dampak yang signifikan Ekonomi dan Sosial.

Periode Natal dan Tahun Baru secara tradisional adalah puncak konsumsi dan pergerakan masyarakat. Dengan adanya dorongan resmi dari Gubernur Sulawesi Utara, pemerintah daerah termotivasi untuk mengalokasikan sumber daya guna menciptakan acara, festival, atau dekorasi publik yang menarik.

Pariwisata domestik semarak yang diintensifkan menarik pengunjung dari luar daerah, meningkatkan hunian hotel, dan pendapatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor oleh-oleh dan kuliner lokal.

Akselerasi konsumsi peningkatan dekorasi dan acara publik secara psikologis mendorong warga lokal untuk berbelanja, mulai dari kebutuhan pokok hingga produk fesyen dan perangkat hiburan. Ini secara langsung menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi.

Penciptaan lapangan kerja temporer penyelenggaraan acara membutuhkan tenaga kerja temporer, seperti petugas keamanan, dekorator, hingga pelaku seni lokal. Ini adalah solusi jangka pendek yang bernilai tinggi menjelang akhir tahun.

Penguatan Kohesi Sosial dan Citra Daerah

Sulawesi Utara dikenal dengan kerukunan antar umat beragama yang tinggi. Penekanan untuk menyemarakkan Natal juga berfungsi sebagai penguatan citra toleransi dan kerukunan.

Pencitraan positif (branding) wilayah yang tampak ‘hidup’ dan ‘damai’ selama periode perayaan mengirimkan pesan positif kepada investor dan calon wisatawan. Ini adalah bagian dari strategi destination branding yang berkelanjutan.

Modal sosial perayaan bersama meningkatkan interaksi antar warga dan antar etnis, menjaga stabilitas sosial, yang merupakan prasyarat utama untuk keberlanjutan ekonomi.

Rakorev 2025 dan Target Kinerja Integrasi Kebijakan Pusat

Keputusan Gubernur YSK ini tidak berdiri sendiri. Ia adalah bagian dari hasil Rakorev Sulut 2025 yang pasti mengevaluasi target kinerja tahun sebelumnya dan menyelaraskannya dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta kebijakan nasional.

Tindakan ini menunjukkan sebuah leadership yang memahami bahwa kebijakan pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur fisik (seperti jalan atau jembatan), tetapi juga tentang infrastruktur sosial dan budaya yang mampu memobilisasi aset ekonomi yang sudah ada. Natal dan Tahun Baru adalah aset budaya yang bisa dimonetisasi secara etis.

Dari Perayaan Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Permintaan Gubernur YSK pada Rakorev Sulut 2025 untuk menyemarakkan Natal dan Tahun Baru merupakan langkah taktis yang visioner. Ini mentransformasi sebuah hari besar keagamaan menjadi instrumen kebijakan publik yang efektif. Melalui semarak, Sulut tidak hanya merayakan iman, tetapi juga menggenjot roda perekonomiannya, memperkuat kohesi sosial, dan membuktikan komitmen daerah terhadap pembangunan inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *